"..mari berbagi informasi demi kemajuan pangan negeri ...."
Tampilkan postingan dengan label FOOD SCIENCE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FOOD SCIENCE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Oktober 2010

Kenal Lebih Dekat Dengan Bahan Aditif Makanan (bagian 2)

Yuk, Kenali Kehalalan Bahan Aditif Makanan (2)
Foto: Detikfood (ilustrasi)

Jakarta - Setelah bahan pengawet mengundang polemik, bahan aditif lainnya juga perlu dicermati kehalalannya. Mulai dari pengempuk cake dan roti hingga pemutih yang bikin adonan roti jadi lebih putih warnanya. Apa saja bahan aditif lainnya?

Seiring dengan perkembangan teknologi pangan maka pemakaian bahan aditif dalam proses produksi makanan tidak bisa dihindari. Setelah ke lima produk aditif tambahan yang perlu dicermati pemakaiannya, berikut ini 6 bahan aditif lainnya:

6. Penyedap Rasa (Flavour Enhancer):
Vetsin (MSG) dan Ribotide (I+G) adalah penyedap rasa yang perlu diwaspadai sebab diproduksi dengan proses fermentasi. Pengunaan penyedap rasa berfungsi untuk menambah rasa dan aroma dalam masakan atau makanan. Jenis penyedap yang diijinkan pengunaannya adalah E636 dan E637 yaitu Maltol dan Isomaltol.

7. Pengatur Keasaman, Penetral (Acidity Regulator): BTP yang satu ini berfungsi untuk mengatur keasaman, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Produk yang bisa digunakan adalah E263 (Calcium Acetate).

8. Pemutih dan Pematang Tepung
(Improving Agent): Merupakan bahan tambahan yang dapat mencegah proses pemutihan atau pematangan tepung, sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan. Bahan ini banyak dipakai dalam proses pembuatan roti.

9. Pengemulsi, Pemantap, dan Pengental (Emulsifier): Fungsinya untuk membantu terbentuknya dan memantapkan sistem dispersi yang homogeny pada makanan. Contoh bahan pengemulsi yang diperbolehkan adalah E322 (Licithine) dan E441 (Gelatin).

10. Pengeras (Firming Agent): Bahan ini dapay mengeraskan atau mencegah melunaknya makanan. Yang diijinkan pengunannya adalah E227 (Calcium Hydrogen Sulphite) yang berasal dari sintetik kimia.

11. Sequestrant: Adalah bahan yang dapat mengikat ion logam yang ada dalam makanan. Sehingga dapat memantapkan warna, aroma, dan tesktur pada makanan.   

Meskipun beberapa contoh bahan-bahan tambahan pangan diatas telah memperoleh persetujuan pengunaan dari Badan POM. Namun kalau ditilik dari segi kehalalan sebenarnya bahan-bahan diatas masih harus diselidiki lebih lanjut. Jadi, sebaiknya lebih cermat dalam pemakaian produk aditif makanan tersebut baik karena efeknya bagi kesehatan maupun kehalalannya.

(Sumber: LPPOM MUI)

detikfood.com

Kenal Lebih Dekat Dengan Bahan Aditif Makanan (bagian 1)

Yuk, Kenali Kehalalan Bahan Aditif Makanan (1)
Foto: Detikfood (ilustrasi)

Jakarta - Saat membeli cake tentulah cake yang lembut halus teksturnya yang jadi pilihan. Atau roti yang halus seratnya dan cantik penampilannya. Tanpa bahan aditif makanan tidak bisa tampil menggiurkan dan menerbitkan selera. Apakah produk aditif sudah dijamin kehalalannya?

Dalam proses pembuatan cake, roti atau kue kering hingga siap dimakan biasanya diperlukan Bahan Tambahan Pangan (BTP) atau zat aditif. Selama ini mungkin hanya emulsifier, baking powder, pewarna makanan saja yang dikenal orang. Padahal ada  11 bahan sditf makanan yang perlu diwaspadai karena statusnya yang subhat atau diragukan.

Apa saja bahan aditif makanan tersebut?

1. Pewarna: Bahan ini memiliki fungsi memperbaiki dan memberi warna pada makanan agar terlihat lebih cantik. Jenis pewarna yang harus diwaspadai potensi keharamannya adalah pewarna annato yang larut air, sebab perwarna tersebut menggunakan emulsifier yang dapat berasal dari turunan lemak baik nabati maupun hewani. Beberapa pewarna lain juga menggunakan bahan salut untuk kestabilan penyimpanan. Nah, penyalut yang perlu diwaspadai adalah gelatin yang berasal dari kulit dan tulang hewan. Contoh pewarna yang disetujui pengunaannya oleh badan POM adalah E120 (Carmine, Chocineal).

2. Pemanis Buatan: Pemanis buatan yang perlu diwaspadai adalah aspartham, karena tersusun dari asam amino fenilalanin dan asam aspartat. Dalam dunia industri, kedua asam amino tersebut dibuat dengan proses fermentasi sehingga harus diwaspadai. Menurut standar MUI, tiap produk fermentasi harus dipastikan memakai media fermentasi yang bebas dari bahan haram. Contoh pemanis yang diijinkan E966 (Lactitol) yang bersumber dari gula susu (lactose).

3. Pengawet: Sangat sering digunakan untuk mencegah atau menghambat proses fermentasi. Bahan pengawet yang perlu diwaspadai adalah nisin, antibakteri yang digunakan pada produk keju dan produk olahan susu, serta makanan kaleng. E1105 (Lysozym) yang bersumber dari telur adalah salah satu pengawet yang disetujui pengunaannya.

4. Antioksidan: Bahan ini dapat mencegah atau menghambat proses oksidasi lemak, sehingga mencegah terjadinya ketengikan, terutama pada produk minyak dan lemak. Antioksidan yang perlu diwaspadai adalah Tokoferol, yakni vitamin E yang larut lemak. Produk antioksidan E 306,307,308 (Tocopherois-vit E) yang terbuat dari minyak nabati atau ikan merupakan produk yang aman dipakai.

5. Antikempal (anticaking): Bahan tersebut mencegah terjadinya penggumpakan pada produk bubuk (powder). Antikempal yang perlu diwaspadai adalah edible bone phosphate (E-542), magnesium stearat (E-572). Edible bone phosphate sendiri berasal dari tulang dan magnesium stearatberasal dari asam stearat yang merupakan turunan lemak. Sehingga keduanya harus dipastikan berasal dari sumber-sumber yang halal.

Apa saja bahan aditif lainnya yang perlu dicermati kehalalannya?

(Sumber: Jurnal Halal)

detikfood.com

Atasi Kulit Keriput Anda Sekarang Juga !

Makanan Pencegah Keriput
Foto: www.jayceooi.com

Jakarta - Kulit keriput? Pasti tiap orang akan mengalaminya. Tak usah cemas, asal jeli memilih makanan, datangnya keriput bisa diperlambat. Makanan apa saja yang sebaiknya sering dikonsumsi? Ternyata, tidak sulit didapat lho!

Timbulnya keriput umumnya terjadi karena faktor usia. Memasuki usia 30 biasanya kerutan disekitar mata dan wajah mulai bermunculan, meskipun tidak terlalu terlihat. Kerutan ini muncul tidak hanya karena faktor usia, tapi juga bisa karena faktor makanan. Kurangnya nutrisi baik dari makanan ataupun minuman yang masuk ke dalam tubuh.

Makanan-makanan yang bisa membantu Anda mencegah timbulnya keriput, diantaranya:

Pepaya
Buah ini seringkali diacuhkan, padahal khasiatnya untuk tubuh sangatlah banyak. Salah satunya untuk membantu mengurangi kerutan. Kandungan vitamin C nya sangat banyak, dalam 100 gr buah pepaya mengandung 78mg vitamin C yang bisa membantu meremajakan kulit dan mencegah kekeringan. Dengan mengkonsumsi pepaya sejak dini akan membantu menjaga kesehatan kulit dan menghindari timbulnya keriput kemudian hari.

Strawberry

Strawberry juga mengandung vitamin C yang cukup banyak, selain itu kandungan antioksidannya menjaga kulit dari radikal bebas. Vitamin C memang cukup akrab dengan kulit, nutrisi alami yang membantu menghsilkan kolagen dalam tubuh. Vitamin C juga menjaga kulit dari serangan sinar matahari secara langsung. Dalam 100 gr strawberry mengandung 60 mg vitamin C.

Walnut
Walnut dan jenis kacang-kacangan lain, mengandung vitamin E esensial yang sangat dibutuhkan kulit. Untuk melembabakan dan juga meremajakan kulit Anda.

Gandum
Kandungan magnesium dan juga vitamin B dalam gandum mebantu regenerasi kulit. Menggantikan sel kulit yang mati dengan sel kulit yang baru.

Sayuran dan Buah
Hampir seluruh buah dan sayur sangat baik manfaatnya untuk kulit. Karena merupakan sumber vitamin dan juga serat yang sangat dibutuhkan untuk kulit. Selain itu, pencernaan juga akan berjalan dengan sangat baik sehingga tidak ada racun-racun yang tertinggal dalam tubuh.

detikfood.com

Benarkah Makanan Kaleng Lebih Bergizi ?

Makanan Kalengan Lebih Bergizi?
Foto : www.made-in-china.com

Jakarta - Kornet atau sarden kalengan bisa jadi solusi saat tak ada waktu untuk memasak. Ragam makanan kalengan juga semakin banyak. Teknologi pangan yang makin maju membuat proses pengawetan makanan ini juga makin baik. Kapan sebaiknya mengkonsumsi makanan kalengan?

Makanan kalengan menjadi pilihan praktis. Karena tinggal membuka kalengnya, makanan pun siap disantap. Kepraktisan ini menjadi solusi buat masyarakat yang tinggal di perkotaan dan tak ada waktu buat memasak makanan segar.

Di sisi lain, kini banyak orang tertarik pada produk makanan segar, sehingga beralih pada makanan organik agar mendapatkan manfaat gizi yang optimal.  Namun, ada juga fakta bahwa makanan kalengan juga memiliki kandungan nutrisi yang baik, tak kalah dengan makanan segar.

Sebuah studi yang dilakukan Departemen Ilmu Pangan dan Gizi  University of Ilinois pada tahun 1997 menemukan bahwa buah dan sayuran kalengan memiliki banyak serat dan vitamin, setara dengan makanan segar. Seperti, labu dalam kaleng memiliki vitamin A 540% dari asupan harian yang direkomendasikan, sedangkan vitamin A pada labu segar hanya 26%.

Banyak buah dan sayuran segar yang kehilangan vitamin saat dipetik dan dsimpan dalam waktu  2 minggu, sebelum sayuran tiba dipasar untuk dibeli konsumen. Biasanya sayuran dan buah segar dipanen sebelum masak benar, sehingga dipakai cara lain untuk mematangkannya. Namun, makanan kalengan justru dipanen pada waktu matang dan langsung diolah  sehingga kandungan vitamin terjaga.

Lebih dari 1.500 produk makanan kaleng yang tersedia di pasaran dengan rasa beragam dan mudah dikonsumsi oleh mereka yang sibuk, Namun, makanan kaleng memiliki kandungan natrium yang berkurang secara signifikan hingga 40%.

Mengkonsumsi bahan makanan segar merupaka cara terbaik karena unsur alami yang masih kuat. Sedangkan produk makanan kalengan umumnya ditambahkan bahan pengawet hingga tahan disimpan hingga 2 tahun.

Maka solusi terbaik, konsumsilah makanan segar sebanyak mungkin. Jika terpaksa mengkonsumsi makanan kalengan sebaiknya ikuti aturan pemasakan dan penyajiannya. Atau sedapat mungkin kombinasikan makanan kalengan dengan yang segar agar manfaat nutrisinya lebih maksimal.

detikfood.com

Rabu, 13 Oktober 2010

Beras Merah vs Beras Putih


Kompas.com - Meskipun sama-sama nasi, masyarakat kita lebih dari 30 tahun meninggalkan nasi merah dan hanya makan nasi dari beras putih. Baru dua-tiga tahun terakhir ini konsumsi nasi putih mulai kembali dipopulerkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Beras merah memang lebih sehat karena umumnya ditumbuk atau pecah kulit, sehingga kulit ari yang lazim disebut bekatul itu masih menempel. Nah, kulit ari inilah yang kaya serat dan minyak alami.

Lemak yang terkandung pada kulit ari adalah lemak esensial yang penting bagi perkembangan otak. Kandungan serat alaminya juga memberi efek kenyang serta membersihkan saluran pencernaan. Dengan begitu, gizinya menjadi lebih baik bagi tubuh.

Kadar karbohidrat beras merah sekitar 77,6 gram per 100 gram bahan. Sementara kadar protein beras merah sekitar 7,5 gram per 100 gram bahan, sedikit lebih tinggi daripada beras putih, 6,8 gram per 100 gram bahan.

Daripada beras putih, beras merah lebih unggul kandungan vitamin dan mineralnya. Beras merah mengandung vitamin B1 (thiamin) lebih tinggi ketimbang beras putih, masing-masing 0,21 dan 0,12 miligram per 100 gram bahan.

Adapun kandungan mineral yang paling menonjol pada beras merah adalah kalsium dan fosfor. Kadar kalsium pada beras merah 16 mg per 100 gram bahan. Mineral lain yang terdapat pada beras merah adalah selenium karena mengandung 39 mikrogram per 100 gram beras merah.

kompas.com

Mengurangi Nasi ..... Nggak Rugi ......!

img
(Foto: thinkstock)


Jakarta, Nasi termasuk sumber karbohidrat yang paling enak dibanding ubi, jagung atau singkong. Makanya tidak heran jika orang Indonesia sangat tergantung dengan nasi. Tapi sebenarnya mengurangi makan nasi lebih banyak manfaatnya.

Jika rencana pemerintah membuat program 'Sehari Tanpa Nasi' atau 'One Day No Rice' menuai pro kontra, praktisi kesehatan justru melihat banyak manfaatnya buat kesehatan rakyat.

Tapi memang diakui tidak mudah mengubah pola pikir orang Indonesia yang sudah ratusan tahun sangat tergantung pada makan nasi. Sampai-sampai ada istilah 'belum makan bila tak makan nasi'.

"Saya sangat mendukung bila ada kebijakan seperti itu. Yang kita butuhkan sebenarnya kan bukan nasi tapi karbohidrat. Nah, karbohidrat yang bagus justru ada di singkong, ubi, pisang, jagung, kentang, nasi merah, kacang hijau atau roti gandum. Karbohidrat dari sini malah manfaatnya lebih besar daripada nasi," terang Dr Phaidon L Toruan, MM, dokter gizi dan pakar hidup sehat dari Jakarta Anti-aging & Executive Fitness Consultant, saat dihubungi detikHealth, Rabu (13/10/2010).

Apa keuntungannya mengurangi makan nasi?

Dr Phaidon menjelaskan salah satu manfaat mengganti kebiasaan makan nasi adalah menghindarkan dari penyakit diabetes tipe 2 (diabetes karena gaya hidup).

Asal tahu saja nasi memiliki kadar gula yang tinggi yang meningkatkan level glukosa dalam darah sehingga bisa memicu risiko terkena diabetes. Dan bagi penderita diabetes harus mengatur kadar gulanya, salah satunya dengan mengurangi makan nasi agar penyakitnya tak kumat.

Nasi putih termasuk karbohidrat sederhana yang mengandung kadar gula tinggi, ketika dicerna akan langsung menjadi energi dengan cepat dan meningkatkan kadar gula darah. Tapi karbohidrat sederhana tidak bisa menyimpan cadangan glikogen.

Sebaliknya jenis karbohidrat seperti ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, nasi merah merupakan karbohidrat kompleks yang kadar gulanya rendah dan menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam.

Karbohidrat kompleks ini bisa disimpan di liver dan otot sebagai glikogen (zat sebelum menjadi glukosa). Jika tubuh kekurangan energi, cadangan glikogen inilah yang akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi.

Karbohidrat kompleks mengandung lebih sedikit gula tapi lebih tinggi serat, sehingga justru memberi lebih banyak manfaat, baik bagi wanita, pria maupun anak-anak.

Menurut Dr Phaidon, manfaat karbohidrat kompleks rendah gula lebih bagus ketimbang nasi yaitu antara lain:

Bagi wanita
  1. Membuat kulit halus, cantik dan bercahaya
  2. Bebas toksin
  3. Awet muda
  4. Menghilangkan kerutan di wajah

Bagi pria
  1. Meningkatkan gairah dan libido
  2. Meningkatkan tenaga, stamina dan keperkasaan pria
  3. Lebih bugar dan lebih bersemangat

Anak-anak
  1. Meningkatkan kecerdasan
  2. Meningkatkan kekuatan
  3. Tidak mudah lelah dan sakit

"Kalau pemerintah mengimbau seperti itu, berarti pemerintah mau orang Indonesia jadi cantik, kulitnya halus, kuat dan pintar-pintar," tambah Dr Phaidon, yang juga pengarang buku 'Fat Loss Not Weight Loss'.

Dr Phaidon juga mengungkapkan bahwa orang Indonesia harus belajar mengubah anggapan 'belum makan bila tak makan nasi'.

"Kebanyakan orang Indonesia lebih suka berada di comfort zone, lebih suka makanan enak ketimbang makanan sehat dan berkualitas. Jadi untuk bisa mengubah anggapan itu, harus ada keinginan terlebih dahulu," jelas Dr Phaidon.

Untuk bisa mengubah anggapan tersebut, Dr Phaidon menegaskan harus ada keinginan. Adanya keinginan juga harus didukung dengan keyakinan, dengan demikian otak akan bereaksi dan mencari cara untuk dapat melakukan perubahan.

"Proses perubahan itu memang tidak nyaman, butuh sekitar 25-30 hari untuk penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksudkan bukan tentang respons tubuh, tapi lebih pada selera. Kalau tubuh justru akan bereaksi dengan sangat baik ketika nasi diganti dengan karbohidrat lain yang kualitasnya lebih tinggi," jelas Dr Phaidon lebih lanjut.

Jadi silakan pilih tetap makan nasi karena enak tapi kurang banyak manfaatnya atau mulai pelan-pelan beralih ke ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, nasi merah yang memang kurang enak tapi lebih banyak manfaat kesehatannya.

detikhealth.com

Mie Instan Digemari Sejak Setengah Abad Yang Lalu

Mi Instan Digemari Sejak 52 Tahun Lalu
Foto : cnties.com
Jakarta - Mi instan? Slruuup..aroma dan rasanya bikin banyak orang ketagihan. Mau direbus atau digoreng, semuanya disukai. Mi yang pertama kali ditemukan 52 tahun silam ini ternyata memang selalu membuat lidah bergoyang. Apa saja yang perlu dicermati dari mi praktis ini?

Banyak orang yang mempercayakan urusan perutnya pada sajian yang bernama mi instan atau 'instant noodle'. Tiap kali berbelanja para ibu tak lupa menyisipkan mi instan dalam daftar kebutuhannya. Anak kos selalu menyimpan beberapa bungkus mi instan agar tidak kelaparan di malam hari, para pecinta olahraga gunung pun turut membawa mie instan sebagai logistik wajib.

Tak heran memang mi instan adalah hidangan wajib bagi para penyukanya, karena selain praktis, cepat, lezat dan murah. Namun mi instan perlu diolah dengan tepat agar memiliki kandungan gizi yang cukup. Selain itu juga tidak dianjurkan dikonsumsi terus-menerus karena merupakan makanan awetan.

Mi adalah adonan tepung terigu, telur dan air yang sudah ditipiskan, Berbentuk kecil panjang, digulung , dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Mie instan pertama kali diciptakan oleh Momofoku Ando di Jepang pada 25 Agustus 1958, dan kemudian ia mendirikan perusahaan Nissin dan memproduksi mi instan dengan nama Chikin Ramen.

Mi mengalami perkembangan baik pada tahun 1971 ketika Nissin memperkenalkan mi dalam gelas bermerek Cup Noodle, berwadah sytorofoam tahan air yang bisa digunakan untuk memasak mie. Inovasi berikutnya ialah menambahkan sayuran kering ke gelas sebagai kelengkapan hidangan mie.

Menurut sebuah survei Jepang pada tahun 2000, mi instan adalah ciptaan terbaik Jepang abad ke-20. Hingga tahun 2002, setidaknya ada 94 milyar porsi mie instan dikonsumsi setiap tahunnya di seluruh dunia.Bisa dipastikan hampir setiap orang telah mencicipi mi instan atau mempunyai persediaan mi instan di rumah.

Saat ini, Indonesia adalah produsen mi instan yang terbesar di dunia. Dalam hal pemasaran, pada tahun 2005, Cina menduduki tempat teratas, dengan 45 milyar paket mie instan per tahun, disusul dengan Indonesia dengan 14 milyar bungkus dan Jepang dengan 5,4 milyar bungkus. Namun Korea Selatan mengonsumsi mi instan terbanyak per kapita, dengan rata-rata 69 juta bungkus per tahun.

sumber : detikfood.com

Mi Instan Lezat dan Sehat


Mi 
Instan Lezat dan Sehat
Foto: www.gulfshorelife.com
Jakarta - Mi instan merupakan salah satu produk pangan yang aman dan bis amemenuhi kebutuhan nutrisi. Jika diolah dengan benar, semangkuk mi instan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang cukup. Apa saja yang bisa dilakukan agar mi instan jadi lezat dan sehat.

Mitos dan rumor seputar mi instan sudah sangat banyak. Misalnya, mi instan bikin usus lengket, otak jadi cacad atau membuat orang kecanduan. Yang terakhir tentunya soal pemakaian bahan pengawet yang mengancam kesehatan.

Jika ditilik dari sejarahnya, mi instan sudah dikonsumsi sejak 52 tahun silam dan sangat populer di negara-negara Asia hingga Nigeria. Mi instan merupakan jawaban atas kebutuhan pangan yang praktis, enak dan terjangkau.

Kini, mi instan di dunia sudah menyesuaikan dengan citarasa lokal. Di Thailand ada mi instan tom yam dan pad thai. Di Vietnam ada yang mi instan pho bho. Di Indonesia, hidangan tradisional daerah muncul juga dalam kemasan mi instan. Mulai dari Soto Betawi, pindang, soto mie hingga cakalang.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal mi instan, cobalah simak tips praktis berikut ini:

1.Kemasan: Saat membeli perhatikan kondisi kemasan. Pilih yang bersih, tidak robek dan memiliki tanggal kadaluwarsa yang jelas.

2.Setelah dibuka, perhatikan tekstur dan warna mi, harus dalam kondisi bagus, warna tidak berubah dan kemasan bumbu bumbu tidak bocor dan tidak rusak. Jika kemasan bumbu dibuka, tidak ada bau yang aneh atau warna yang berubah.

3.Baca petunjuk pemasakan dengan cermat. Didihkan air secukupnya sesuai saran penyajian dalam kemasan. Masukkan mi instan dan masak sesuai dengan waktu yang dianjurkan pada kemasan. Kelebihan waktu dan takaran air bisa merubah citarasa mi.

4.Jika memasak mi rebus, jangan membuang air rebusannya , meskipun warnanya keruh. Karena mi instan biasanya diperkaya dengan sejumlah mineral dan vitamin yang akan larut dalam air, jika air dibuang berarti sejumlah vitamin ikut terbuang.

5.Kandungan nutrisi dalam sebungkus mi instan di Indonesia antara lain: karbohidrat total 57g, serat makan 3g, gula 6g, natrium 730mg, niasin 35%, asam folat 30%au warn, asam pantotenat 20%, kalsium 4% dan zat besi 40%. Kandungan ini cukup untuk memberi asupan nutrisi per kali sajian.

6.Untuk memperkaya nutrisi, tambahkan bahan-bahan segar dalam sajian mi instan seperti sayuran segar (sawi, kol, wortel, buncis, jagung), telur, dan bahan lainnya seperti kornet, sosis, bakso, irisan daging ayam/sapi. Dengan demikian semangkuk mi instan makin lengkap nutrisinya.

7.Yang terbaik untuk tubuh adalah mengkonsumsi beragam bahan makanan. Karena itu batasi konsumsi mi nstan maksimal dua kali seminggu dan perbanyak konsumsi bahan makanan lain terutama makanan segar agar asupan gizi menjadi seimbang.

sumber : detikfood.com

Mi Instan : Berbahaya atau Tidak ????

Amankah Mi Instan?
Foto: chowtimes.com

Jakarta - Mi instan? Rasanya yang gurih dan aromanya yang menggiurkan membuat orang banyak tergoda akan kelezatannya. Mi instan sangat disukai banyak orang tanpa batas usia. Bahkan di Negeria mi instan dianggap sebagai makanan pokok.

Pekan lalu terjadi penarikan semua produk mi instan merek Indomie yang diproduksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang dijual di Taiwan dan Hongkong. Penyebabnya, karena Indomie disinyalir mengandung bahan pengawet berbahaya.

Menurut harian Hong Kong, The Standard, pihak berwenang di Taiwan menyatakan bahwa Indomie yang dijual di negeri mereka mengandung dua bahan pengawet yang terlarang, yaitu methyl p-hydroxybenzoate dan benzoic acid. Dua kandungan itu hanya boleh dipergunakan untuk kosmetik.

Sebagai produsen Indomie, Indofood CBP menjamin produk mi instan yang diekspor ke Taiwan telah memenuhi syarat dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan.Menurut ahli pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dedi Fardiaz, yang perlu diperhatikan adalah aturan yang ditetapkan di negara tujuan ekspor. Apakah negara itu melarang dua jenis bahan pengawet, atau menetapkan batasan rendah.

"Dua bahan itu umum. Tapi memang penggunaan bahan itu tetap ada batasnya," kata mantan Kepala Deputi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) ini. Dedi menegaskan, kalau produk itu sudah mendapat sertifikat identitas MD (makanan dalam negeri), itu artinya produk itu sudah aman dan lolos uji.

Sedangkan di Indonesia sendiri mi instan di bolehkan oleh pihak BPOM, karena Indonesia telah menggunakan (zat pengawet) sesuai standar internasional, yaitu 250mg/kg. Tidak ada penambahan zat pengawet yang berlebihan. Standar internasional itu adalah International Codex Alumentarius Commission (ICAC) yang merupakan persyaratan mengenai keamanan mutu gizi dan produk makanan olahan.

Penerapan ICAC di sejumlah negara, memang berbeda-beda tergantung pada kebijakan masing-masing. Contohnya adalah Kanada dan AS yang menetapkan batas 1000mg/kg untuk produk makanan selain daging ikan dan unggas serta 250mg/kg untuk kecap.

Standar lebih ketat diberlakukan oleh Brunei dan Jepang dengan 250mg/kg untuk semua jenis produk bahan makanan. Dengan demikian, produk mi instan yang terdaftar di Indonesia dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

sumber : detikfood.com

Kamis, 07 Oktober 2010

Kentang Ungu yang Kaya Antioksidan

Kentang dan sayuran lainnya merupakan sumber antioksidan yang banyak memberikan manfaat kesehatan. Peneliti dan petani kini sedang mengembangkan kentang ungu yang lebih sehat ketimbang kentang pada umumnya dan sudah siap dipasarkan. Kentang ungu atau diberi nama Purple Majesty memiliki kedalaman warna yang khas dan mengandung antioksidan (disebut antosianin) lebih banyak hingga 10 kali lipat ketimbang kentang putih. Kentang yang sudah mulai dipasarkan di supermarket-supermarket Inggris ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan peneliti dari Colorado State University. Peneliti mengembangkan kentang ini dengan berbagai varietas tradisional selama 2 tahun. Dan meski penampilannya tidak biasa, tapi kentang ungu yang sekarang ditanam oleh produsen Albert Bartlett ini bukanlah hasil rekayasa genetika. Dr Tsang menjelaskan, pigmen antosianin memberikan warna ungu pada kentang. Tak hanya itu, antosianin ternyata juga merupakan antioksidan yang kuat dan beberapa studi menunjukkan bahwa antosianin memiliki efek positif pada pembuluh darah dan mengurangi tekanan darah. Sebagai salah satu sumber antioksidan, kentang relatif sangat digemari di seluruh dunia. Sayuran ini sebenarnya juga bebas lemak dan baik untuk kesehatan, meski berubah menjadi jahat saat disajikan dalam bentuk kentang goreng dan keripik. Bagi manusia, antioksidan dari kentang bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit kronis seperti kanker, diabetes dan gangguan syaraf. Senyawa tersebut juga dapat membantu menjaga kebugaran tubuh dan otak.

Kedelai : solusi atasi Nyeri Sendi

Kedelai Kurangi Nyeri Sendi
Foto: sabatudungkedelai.wordpress.com


Jakarta - Sering mengalami nyeri persendian, khususnya pada lutut? Jangan dibiarkan berlarut-larut, bisa-bisa itu salah satu gejala osteoarthritis. Konsumsi kedelai dan ikan secara teratur ternyata bisa mengurangi rasa nyeri sendi. Simak infonya di sini!

Banyak orang yang mengeluhkan rasa nyeri pada persendian, terutama pada lutut. Ada rasa sakit yang timbul sehabis menekuk lutut dalam waktu yang lama. Hal ini bisa saja menjadi awal gejala osteoarthritis, tak cuma rasa nyeri tapi juga kaku pada persendian.

Agar hal ini tidak terus berlanjut, ada cara mudah untuk mengatasinya tanpa harus mengkonsumsi obat-obatan. Cobalah konsumsi lebih banyak makanan berikut ini:

Kedelai
Orang yang sering mengalami nyeri pada lutut, pasti tidak akan merasa nyaman ketika beraktifitas. Hal ini bisa disebabkan kurangnya protein. Dengan mengkonsumsi protein nabati yang berasal dari kedelai selama tiga bulan, rasa nyeri akan berkurang. Hal ini telah diteliti di Oklahoma State University. Hal ini dikarenakan kedelai mengandung isoflavon, hormon pada tanaman yang bersifat anti-inflamasi atau anti peradangan. "Konsumsi semua jenis makanan yang berasal dari kedelai dan produk turunannya secara teratur, bisa mengurangi rasa nyeri," ujar Bahram H. Arjmandi, PhD salah seorang peneliti di Oklahoma State University.

Buah-buahan
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan kepada 293 orang dewasa di Australia ditemukan bahwa dengan mengkonsumsi buah-buahan setiap hari dapat mengurangi resiko osteoartritis. Vitamin pad abuah-buahan khususnya vitamin C bisa membungkus persendian tulang sehingga tidak merasakan nyeri. Buah-buahan yang bisa dikonsumsi kiwi, jeruk, mangga, jeruk, dan pepaya.

Ikan
Asam lemak omega3 yang banyak terkandung pada ikan menjadi pelindung sendi dan mencegah terjadinya peradangan. Megnkonsumsi dua sendok makan minyak ikan, atau mengkonsumsi ikan salmon ataupun makarel dua kali seminggi bisa mencegah terjadinya peradangan demikian yang dikatakan Artemis P. Simopoulos, MD, seorang peneliti nutrisi.

sumber : detikfood.com

Selasa, 05 Oktober 2010

Kefir dapat Meningkatkan Shelf Life Roti Sourdough



Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Food Chemistry menyebutkan bahwa kefir dapat digunakan untuk meningkatkan shelf life dan memperbaiki flavor pada roti jenis sourdough. Degradasi kefir berjalan lebih lambat dibandingkan yeast roti konvensional. Di dalam kefir terdapat kultur yang secara alami terdiri dari campuran bakteri asam laktat (BAL) dan bakteri lainnya yang saling bersimbiosis. Dengan menggunakan SPME GC-MS, para peneliti manganalisa komposisi komponen volatil roti sourdough yang mengandung biji kefir selama lima hari penyimpanan. Roti tersebut dibuat dari 20% dan 10% kefir sourdough, yang kemudian dibandingkan dengan roti sourdough komersial, serta sourdough tanpa kultur starter. Hasilnya terjadi penurunan komponen volatil yang dramatis pada semua sampel. Hanya saja, sourdough yang mengandung biji kefir memiliki profil yang lebih kompleks dan memiliki laju kehilangan yang lebih rendah dibandingkan lainnya. Selain itu, dari segi perbandingan total ester volatil, sourdough yang mengandung kefir masih lebih tinggi, yakni 6.2% (kefir 20%) dan 2.8% (kefir 10%). Sedangkan sourdough komersial dan sourdough tanpa kulur starter masing-masing hanya 2.8% dan 2%. Pada penelitian yang berasal dari Yunani tersebut, juga dipelajari terjadinya kehilangan komponen volatil pembentuk aroma yang terjadi selama penyimpanan. Proses tersebut merupakan salah satu ciri terjadinya proses staling. Ternyata komponen volatil hilang secara signifikan dalam waktu penyimpanan tiga hingga empat hari. Penggunaan metode sourdough mampu untuk mengontrol terjadinya kehilangan tersebut dibandingkan yeast leaveaned bread. Namun para peneliti mengingatkan, bahwa ada faktor lain yang perlu dikontrol, yakni jenis tepung, kondisi fermentasi (pH dan suhu), dan kultur starter. Foodnavigator.com

Semua Tentang Santan

Sebagai tanaman tropis, kelapa telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk minyak goreng atau dibuat santan sebagai bahan campuran berbagai masakan/produk pangan. Santan banyak digunakan dalam masakan Indonesia, seperti opor ayam, rendang, gudeg, soto, sayur lodeh, nasi uduk atau dalam berbagai macam kari seperti kari daun singkong misalnya. Apalagi dalam bulan Ramadhan, santan hampir selalu digunakan sebagai ingridien untuk dessert khas puasa seperti kolak pisang, es cendol, es campur, es buah, bubur candil, bubur kacang hijau termasuk juga untuk kue-kue tradisional seperti kue talam, carabikang atau apem.
Santan mempunyai rasa lemak, sehingga membuat rasa masakan menjadi lebih sedap dan gurih dengan aroma khas kelapa yang harum (adanya senyawa nonylmethylketone). Santan juga dikenal dalam berbagai masakan tradisional negara-negara kawasan Asia Pasifik seperti Thailand, India, Sri Lanka, Malaysia, Filipina, Hawai sampai Brazil. Bahkan saat ini banyak makanan etnik bersantan yang mulai disebarluaskan ke negara-negara Barat (Eropa dan Amerika) dan diterima dengan baik oleh para konsumen. Mengingat begitu pentingnya santan dalam perkembangan industri pangan, maka para ahli teknologi pangan terdorong untuk mengembangkan produk-produk baru dari santan sebagai ingridien untuk keperluan industri dan rumah tangga.
Santan merupakan emulsi minyak dalam air alami berwarna putih susu yang diekstrak dari endosperma (daging buah) kelapa tua baik dengan atau tanpa penambahan air. Pada skala rumah tangga, ekstraksi santan dilakukan dengan cara memeras parutan kelapa segar yang sudah dicampur dengan air panas (hangat). Sedangkan untuk skala industri, ekstraksi dilakukan dengan mesin pemeras santan yang memungkinkan untuk mendapatkan santan murni 100% tanpa diperlukan penambahan air pada parutan kelapa.

Dalam masakan Indonesia, dikenal santan kental dan santan encer yang dibedakan berdasarkan kandungan airnya. Santan kental biasanya digunakan untuk masakan Padang seperti rendang misalnya, atau untuk kue-kue dan dessert. Sedangkan santan encer biasanya untuk sayur berkuah seperti sayur lodeh dan soto. Di pasaran, tersedia juga santan instan atau siap saji dalam kemasan (kaleng, Tetra Pak), santan beku serta santan bubuk. Penggunaannya relatif mudah karena tinggal ditambahkan air panas (hangat) serta kualitasnya dapat diterima konsumen, walaupun tidak sebaik kualitas santan yang dipersiapkan dalam rumah tangga dari kelapa segar.
Sifat fisikokimia dan nilai gizi santan
Santan murni secara alami mengandung sekitar 54% air, 35% lemak dan 11% padatan tanpa lemak (karbohidrat ± 6%, protein ± 4% dan padatan lain) yang dikategorikan sebagai emulsi minyak dalam air. Selain itu, santan juga mengandung sejumlah vitamin (vitamin C, B-6, thiamin, niasin, folat) dan sejumlah mineral (kalsium, seng, magnesium, besi, fosfor). Komposisi ini sangat bervariasi tergantung sifat alami bahan baku (buah kelapa), metode ekstraksi serta jumlah air yang ditambahkan. Seperti halnya dengan semua makroemulsi, emulsi santan relatif tidak stabil karena ukuran partikelnya relatif besar (lebih dari 1 mikron). Santan yang didiamkan beberapa saat (5-10 jam) akan memisah menjadi dua fase, yaitu fase kaya air (skim) pada bagian bawah dan fase kaya minyak (krim) pada bagian atas.
Santan yang baru diekstrak pada dasarnya merupakan suatu emulsi yang relatif stabil. Secara alami distabilkan oleh protein kelapa yaitu globulin dan albumin serta adanya emulsifier fosfolipida. Beberapa protein yang ada dalam fase air dari santan berinteraksi dengan globula lemak dan bertindak sebagai emulsifier dengan menyelimuti permukaannya. Ketidakstabilan yang terjadi berdasar pada kenyataan bahwa kandungan dan kualitas protein dalam santan tidak cukup untuk menstabilkan globula lemak.
Ditinjau dari segi gizi dan kesehatan, kelapa dikenal sebagai sumber komponen fungsional yang penting secara fisiologis dalam diet manusia. Komponen fungsional tersebut ditemukan dalam lemak dari kelapa utuh, kelapa kering maupun dalam minyak yang diekstraksi dari kelapa (termasuk santan). Komponen fungsional tersebut adalah kelompok asam lemak jenuh rantai medium (medium chain saturated fatty acids), yaitu asam laurat (C12:0) yang merupakan asam lemak utama dalam lemak kelapa serta asam kaprat (C10:0), asam lemak lain dalam lemak kelapa.
Asam laurat dalam bentuk monolaurin (suatu monogliserida) bersifat sebagai antivirus, antibakteri serta antiprotozoa yang penting artinya bagi pertahanan tubuh manusia dan hewan. Demikian pula asam kaprat dalam bentuk monokaprat juga dikelompokkan sebagai komponen antimikroba. Beberapa hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa konsumsi lemak kelapa dalam diet dapat menormalisasi lemak tubuh, melindungi terhadap kerusakan hati karena alkohol serta memperbaiki sistem kekebalan tubuh.
Hal ini tentu saja akan membuat posisi lemak kelapa (termasuk santan) menjadi lebih kompetitif untuk digunakan kembali dalam industri pangan, seperti industri bakery maupun snack food. Apalagi bila dikaitkan dengan bahaya asam lemak trans, maka penggunaan lemak kelapa relatif lebih aman karena asam lemak utama penyusunnya adalah asam lemak jenuh rantai medium.
Kerusakan dan pengawetan santan
Santan kelapa termasuk ingridien pangan yang memiliki kadar air, protein dan lemak yang cukup tinggi seperti halnya susu sapi, sehingga santan bersifat mudah rusak karena mudah ditumbuhi oleh mikroba pembusuk. Sementara itu, pengawetan santan dengan metode sterilisasi dapat menyebabkan beberapa kerusakan mutu produk. Kerusakan tersebut antara lain pecahnya emulsi santan, timbulnya aroma tengik dan terjadi perubahan warna menjadi lebih gelap.
Santan mencapai batas total mikroba yang dapat menyebabkan kerusakan organoleptik hanya dalam waktu 6 jam pada suhu penyimpanan 35°C. Selain kerusakan oleh mikroba, santan kelapa sangat rentan terhadap kerusakan kimia (termasuk enzimatik), khususnya melalui oksidasi lemak dan hidrolisis yang menghasilkan bau dan rasa yang tidak enak. Rusaknya emulsi minyak dalam air dari santan secara normal dianggap sebagai kerusakan fisik yang tidak dapat diterima baik untuk santan segar maupun santan olahan/awetan.
Banyak usaha telah dilakukan untuk mengawetkan santan terhadap kerusakan mikroba, kimia dan biokimia seperti oksidasi lipida. Secara komersial, perpanjangan umur simpan santan dapat ditingkatkan khususnya melalui pengalengan, pengemasan aseptik dan spray drying. Pengolahan panas merupakan cara efektif untuk memperpanjang umur simpan santan. Pengawetan jangka pendek dapat dengan mudah dicapai dengan pasteurisasi santan pada suhu 72°C selama 20 menit, tetapi penyimpanan jangka panjang hanya dapat dicapai dengan menggunakan cara pemanasan yang cukup yang menjamin sterilitas komersial dari produk. Sebagai contoh, jika dipasteurisasi, santan mempunyai umur simpan tidak lebih dari 5 hari pada suhu 4°C (refrigerator), sedangkan santan kaleng dapat tahan sampai lebih dari 24 bulan pada kondisi penyimpanan suhu ruang.
Santan seringkali memberikan beberapa masalah khusus bagi para ahli teknologi pangan, karena santan tidak dapat disterilisasikan dengan pemanasan sebagaimana dilakukan terhadap produk lain. Hal ini disebabkan santan mengalami koagulasi (penggumpalan) jika dipanaskan di atas suhu 80°C, dan aroma (flavor) kelapa yang harum sebagian besar akan hilang. Oleh karena itu, untuk pengawetan jangka panjang santan perlu distabilkan dengan penambahan emulsifier dan stabilizer yang sesuai diikuti dengan homogenisasi untuk mereduksi ukuran globula lemak.
Pengalengan dianggap sebagai proses yang cocok untuk pengawetan santan. Proses diawali dari ekstraksi santan dari parutan daging buah kelapa dengan atau tanpa penambahan air. Persentase lemak disesuaikan sebelum pemanasan pada suhu pasteurisasi. Santan selanjutnya ditambah stabilizer atau emulsifier dan dilewatkan homogenizer. Akhirnya, santan diisikan ke dalam kaleng dan disterilisasi di dalam retort. Selain itu, proses UHT (Ultra High Temperature) dengan kemasan aluminium foil atau Tetra Pak juga banyak dilakukan untuk pengawetan santan.
Sementara itu, proses pemasakan kari perlu mendapat perhatian, mengingat kari yang terbuat dari santan merupakan salah satu kategori makanan yang dikonsumsi secara luas di Asia Timur dan Tenggara. Kari umumnya dimasak dalam panci dan dididihkan selama berjam-jam pada suhu tinggi. Santan yang merupakan ingridien utama kari mengandung gula pereduksi dan asam amino sebagai reaktan untuk reaksi Maillard. Pada kondisi pemasakan tersebut, akrilamid mungkin dapat terbentuk di dalam kari melalui reaksi Maillard. Akrilamid ini ternyata ditemukan pada 30 sampel kari masakan Thai yang berkisar antara 60-606 nanogram per gram berat kering. Menurut WHO (World Health Organization), akrilamid diduga dapat menyebabkan kanker pada manusia, karena dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa akrilamid dapat menyebabkan kanker pada tikus percobaan.
Produk santan olahan/awetan
Seperti telah dikemukakan, santan mempunyai sifat fisikokimia yang mirip susu sapi, sehingga dapat ditangani seperti halnya pengolahan susu. Bentuk produk olahan/awetan santan seperti tepung santan, krim santan atau santan kemasan telah cukup populer di masyarakat. Bahkan produk minuman fermentasi dari santan seperti halnya untuk produk susu telah tersedia secara komersial.
Tepung santan pada dasarnya dibuat dari santan yang ditambah bahan pengisi dan emulsifier yang selanjutnya dihomogenisasi dan dikeringkan dengan spray dryer. Tepung santan sangat baik untuk aplikasi kering, produk confectionery serta aplikasi lain yang memerlukan pengendalian viskositas. Tepung santan juga digunakan sebagai flavor untuk es krim, yoghurt, produk bakery, saus kemasan dan minuman.

Sementara itu, krim santan mempunyai konsistensi yang lebih kental dari santan, karena dibuat dengan memisahkan krim santan dari skimnya. Krim santan umumnya digunakan sebagai ingridien untuk rendang, kari atau bumbu gado-gado dalam masakan Indonesia, juga untuk berbagai dessert. Produk variannya berupa krim santan yang ditambah gula banyak digunakan untuk dessert dan minuman. Selain itu, santan dan krim santan juga merupakan bahan baku untuk pembuatan minyak kelapa (klentik) secara tradisional dengan cara pemanasan santan atau fermentasi krim santan.
Soenar Soekopitojo, Staf Pengajar Universitas Negeri Malang dan Peneliti SEAFAST Center IPB Bogor.
Referensi:

  • Raghavendra, S.N. dan K.S.M.S. Raghavarao. 2010. Effect of different treatments for the destabilization of coconut milk emulsion. Journal of Food Engineering (97):341-347.
  • Na Jom, K.; P. Jamnong dan S. Lertsiri. 2008. Investigation of acrylamide in curries made from coconut milk. Food and Chemical Toxicology (46):119-124.
  • Chiewchan, N.; C. Phungamngoen dan S. Siriwattanayothin. 2006. Effect of homogenizing pressure and sterilizing condition on quality of canned high fat coconut milk. Journal of Food Engineering (73):38-44.
  • Enig, M.G. 2009. Coconut: In Support of Good Health in the 21st Century. Coconut Research Center, USA.

Susu Beras Sarat Nutrisi


Susu Beras Sarat Nutrisi

Jakarta - Jika Anda termasuk orang yang tidak bisa mengkonsumsi susu sapi, mungkin bisa mencoba susu yang satu ini. Berasal dari sari brown rice, susu ini tentunya sarat akan nutrisi. Praktis untuk diminum dan juga di simpan. Cobain yuk!

Susu sudah menjadi kebutuhan yang tak bisa terlewatkan oleh hampir setiap orang. Sejak kecil kita selalu diajarkan untuk meminum susu. Kandungan kalsium pada susu membantu pertumbuhan tulang dan gigi khususnya bagi anak-anak. Namun ada sebagian orang yang tidak bisa mengkonsumsi susu sapi.

Bisa jadi karena alergi atau yang biasa disebut dengan 'lactose intolerant'. Agar tetap mendapatkan asupan kalsium dari susu, Anda bisa menyiasatinya dengan mengganti susu sapi dengan jenis susu lain. Salah satunya adalah menggantinya dengan susu kedelai atau bisa juga susu yang berasal dari beras atau rice milk.

Rice milk mengandung karbohidrat, vitamin B12, vitamin B3, serta kalsium yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan tulang dan gigi. Australia's Own Organics adalah salah produk susu asal Australia yang banyak diminati. Rice Milk juga sangat aman dikonsumsi oleh Anda yang tengah berdiet lemak, karena 99% fat free.

Rice Milk dari Australia's Own Organics, dikemas dalam bentuk sekali minum yang mudah untuk disajkan. Jadi cocok juga untuk Anda yang tidak memiliki banyak waktu jika harus membuat susu terlebih dahulu.

Harga: Rp 20.100,00

Kemasan: 1 liter

Bisa dibeli di : Seluruh Sogo Food Hall Store 


sumber : detikfood.com

Kacang Ginkgo yang Bikin Pintar

Kacang Ginkgo yang Bikin Pintar
Foto: thecookingvoyeur.com
Jakarta - Kacang yang berkulit keras dan oval cantik bentuknya ini sudah digemari sejak ratusan tahun silam. Sampai kini kacang yang kenyal gurih ini sering dicampur dalam sup, pudin atau hidangan lain. Bukan hanya enak, ternyata kacang ini juga sarat manfaat!

Di beberapa pasar swalayan besar, kacang yang satu ini banyak dijual segar. Kulitnya keras berwarna putih dengan bentuk oval berujung runcing. Jika dikupas, akan ada kulit ari berwarna cokelat tipis yang menutupi biji yang berwarna hijau muda.

Teksturnya kenyal, rasanya sedikit pahit dan gurih. Di negara Cina, Jepang dan Korea, kacang ginkgo sering dicampurkan dalam salad, sup, puding dan bubur. Dikenal dengan sebutan yin xing dan termasuk keluarga Ginkgophyta.

Sejak ratusan tahun silam, kacang ini termasuk sebagai tumbuhan yang hanya ada di daerah Zhejiang di Cina Timur dan Tian Mu Shan. Namun, saat ini kacang ini sudah banyak ditanam di beberapa negara di kawasan Asia.

Pohon yang tingginya bisa mencapai 20 meter lebih ini memiliki bentuk daun yang unik. Tipis seperti kipas dengan gerigi di kelilingnya. Pola daun yang cantik inilah yang ditemukan di beberapa fosil peninggalan jaman kuno.

Kacang ginkgo mengandung khasiat seperti antioksidan yang tinggi dan berkhasiat menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan ekstrak daun ginkgo, ginkgo biloba mengandung nootropic yang sangat baik untuk kinerja syaraf. Dipercaya bisa mempertajam daya ingat dan memperbaiki kinerja syaraf.

Karena itu kacang ginkgo yang cantik ini sering disebuat 'kacang pintar' karena dipercaya bisa membantu pulihnya daya ingat dan meningkatkan kecerdasan. Hmm... apapun khasiatnya, kacang ini enak disantap dengan bubur atau dibuat kue. Bisa dibeli segar atau yang sudah dikemas dalam kaleng.

Jika dalam keadaan segar, goreng hingga kulitnya membuka dan menebarkan aroma enak! Kacangpun bisa dikupas dan disantap hangat.
 so, jika kalian ingin tambah pintar, cobalah sering makan kacang ini, berusahan dan belajar keras, serta tidak lupa berdoa ..... silakan dicoba ....

sumber : detikfood.com

Senin, 04 Oktober 2010

Enzim untuk Mendesain Produk Pangan Fungsional





Oleh Nyoman Semadi Antara
Enzim berperan sangat penting dalam industri pangan, baik produk pangan tradisional maupun maupun desain produk pangan yang baru. Sebelum dikenalnya teknologi modern, pemanfaatan enzim sudah dilakukan dengan tidak sengaja. Misalnya, pada proses pengolahan minuman beralkohol dan keju. Proses malting pada pengolahan minuman beralkohol berkembang aktivitas enzim amilase dan protease yang memecah pati dan protein pada mashing biji-bijian menghasilkan gula dan zat gizi lain yang dibutuhkan oleh yeast pada proses selanjutnya. Demikian pula pada pengolahan keju, peran enzim protease sangat penting dalam memecah misel kasein sehingga terbentuk curd pada tahapan pembuatan keju. Dengan kemajuan teknologi, peran enzim dalam produksi pangan sudah dilakukan optimasi terhadap kondisi proses sehingga aktivitas enzim dapat berjalan seperti yang diharapkan.

sumber : foodreview.biz